Pemko Solok Lakukan Pembinaan dan Verifikasi 21 Calon Sekolah Adiwiyata 2026

Pemko Solok Lakukan Pembinaan dan Verifikasi 21 Calon Sekolah Adiwiyata 2026

Solok, InfoPublikSolok - Pemerintah Kota Solok melalui Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Peningkatan Kapasitas (PSLB3PK) Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PerkimLH) mulai melaksanakan pembinaan serta verifikasi kesiapan administrasi calon Sekolah Adiwiyata Tahun 2026, Senin (20/7/2026).

Kegiatan ini digelar untuk memantapkan kesiapan usulan sekolah di Kota Solok menuju berbagai tingkatan penilaian, mulai dari Calon Sekolah Adiwiyata Kota, Calon Sekolah Adiwiyata Provinsi, Calon Sekolah Adiwiyata Nasional (CSAN), hingga Calon Sekolah Adiwiyata Mandiri (CSAM).

Rangkaian pembinaan yang dijadwalkan berlangsung hingga 30 Juli 2026 ini menyasar sebanyak 21 sekolah di Kota Solok. Dari total tersebut, lima sekolah berpredikat Adiwiyata Kota, 15 sekolah berpredikat Adiwiyata Provinsi, dan empat sekolah telah mengantongi predikat Adiwiyata Nasional yang dipersiapkan naik kelas ke tingkatan yang lebih tinggi.

Pada hari pertama, tim pembina lintas divisi yang terdiri dari Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Madya Agus Susanto, S.H, Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda Nelli Amrianis, S.P, Penelaah Teknis Kebijakan Ovi Oktaviani, S.T, M.IL, serta Dwi Murti Andora, S.P. dan Joko Endar Prayogi, S.P. turun langsung mendampingi SDN 01 Tanah Garam dan SDN 06 Tanah Garam.

SDN 01 Tanah Garam yang merupakan peraih Adiwiyata Provinsi 2024 dipersiapkan menuju Calon Sekolah Adiwiyata Nasional 2026. Sementara itu, SDN 06 Tanah Garam sebagai peraih Adiwiyata Nasional 2025 diproyeksikan menuju Calon Sekolah Adiwiyata Mandiri, dengan target pengusulan pada 2027 mendatang setelah melengkapi seluruh dokumen administrasi dan pendampingan sekolah binaan.

Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Madya, Agus Susanto, S.H, menekankan bahwa pendampingan lapangan ini penting untuk memastikan kesiapan menyeluruh sebelum dokumen fisik diserahkan ke tingkat provinsi maupun nasional.

"Pembinaan ini kami lakukan agar setiap sekolah yang diusulkan benar-benar siap secara matang, baik dari segi kelengkapan administrasi maupun implementasi konkret Program Adiwiyata di lingkungan sekolah sehari-hari," ujar Agus Susanto.

Sejalan dengan hal itu, Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda, Nelli Amrianis, S.P, menambahkan bahwa substansi utama Adiwiyata terletak pada pembentukan karakter ramah lingkungan pada seluruh warga sekolah.

"Target utama kami membangun budaya peduli lingkungan yang tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan di setiap sekolah di Kota Solok," jelas Nelli.


Komentar

Tinggalkan komentar