Program Gebuk Sakuku Kembali Ringankan Beban Warga Kota Solok
Solok, InfoPublikSolok - Kelurahan Tanjung Paku, Kecamatan Tanjung Harapan, kembali menyalurkan bantuan sosial melalui program "Gebuk Sakuku" (Gerakan Seribu Koin untuk Wargaku yang Kurang Mampu) pada Rabu (24/6). Bantuan kali ini diserahkan langsung kepada Bapak Ayang, seorang warga setempat yang baru saja menjalani operasi tumor.
Lurah Tanjung Paku, Nofiandi Yusaf, menyatakan bahwa aksi sosial ini menandai penyaluran bantuan yang keempat kalinya sepanjang tahun 2026.
"Sejak Januari 2026, kami sudah empat kali menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan. Sebelumnya, bantuan telah diterima oleh Bapak Joni Kampai pada 9 Februari, Bapak Anto pada 27 Maret, dan Bapak Alimar," kata Nofiandi.
Program Gebuk Sakuku merupakan inovasi swadaya yang dikelola secara berkesinambungan oleh perangkat kelurahan dan masyarakat. Dana bantuan dihimpun melalui metode kolektif, yaitu dengan menitipkan celengan di rumah-rumah warga serta kotak khusus di masjid dan mushala.
Ketua RW V sekaligus Ketua Program, Lismaizar, menjelaskan bahwa celengan tersebut dibuka secara berkala sesuai kebutuhan masyarakat. Biasanya pencairan dilakukan setiap enam bulan, namun dapat dipercepat menjadi dua hingga tiga bulan sekali jika ada warga yang mengalami situasi darurat.
Uniknya, sistem deteksi warga yang membutuhkan bantuan dilakukan secara digital melalui pemanfaatan grup WhatsApp yang beranggotakan seluruh Ketua RT dan RW di Kelurahan Tanjung Paku.
"Jika ada warga yang butuh bantuan, Ketua RT akan mengabarkannya di grup WhatsApp untuk didiskusikan bersama. Setelah disepakati, bantuan dana yang terkumpul langsung disalurkan. Prinsipnya dari, oleh, dan untuk masyarakat," jelas Lismaizar.
Meski penyerahan bantuan berlangsung di bawah gelayut mendung dan gerimis, suasana di Kantor Lurah tetap hangat penuh kebersamaan. Langkah humanis ini mendapat apresiasi dari warga, salah satunya Bujang, yang berharap nilai-nilai kepedulian ini dapat diwariskan ke generasi mendatang.
Gerakan ini membuktikan bahwa di tengah gempuran gaya hidup individualis perkotaan, kultural masyarakat Solok yang berlandaskan filosofi "barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang, urang manangih, awak sabak" masih tertanam kuat.
Apresiasi senada juga disampaikan oleh Camat Tanjung Harapan, Agung Hazani. Ia berharap gerakan menyentuh ini dapat direplikasi oleh wilayah lain.
"Kami berharap kelurahan lain, utamanya di Kecamatan Tanjung Harapan, dapat melaksanakan hal serupa. Pintu inovasi sosial lainnya tetap terbuka lebar demi membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan," pungkas Agung.





















