Sengit! Tekuk Sheza FC Bangko 3-2, Skuad Kabau Sirah Mudo Amankan Tiket 8 Besar FE Cup 2
Solok, InfoPublikSolok – Laga hidup-mati babak 16 besar turnamen sepak bola bergengsi FE Cup 2 2026 menyajikan drama lima gol yang luar biasa. Tim muda EPA Semen Padang FC sukses membungkam perlawanan sengit tim tangguh asal Jambi, Sheza FC, dengan skor ketat 3-2 di Stadion H. Marah Adin, Kota Solok, Rabu (17/6/2026). Kemenangan dramatis ini mengantarkan skuad Kabau Sirah Mudo resmi mengamankan tiket menuju perempat final.
Laga ini menjadi salah satu partai yang paling dinanti oleh publik sepak bola Solok. Ribuan penonton tampak menyemut memadati tribun hingga meluber ke pinggir lapangan. Mereka antusias menyaksikan langsung aksi deretan bintang tarkam legendaris yang didatangkan oleh Sheza FC, mulai dari King Polo Berembe, Seydou Diakite, Mohammadou Al Hadji, hingga Vincent Eto'o.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Sheza FC yang dihuni pemain-pemain sarat pengalaman langsung tampil menekan. Hasilnya terlihat pada menit ke-34. Melalui skema bola mati, Vincent Eto'o melepaskan eksekusi tendangan bebas kaki kiri yang sangat terukur. Bola meluncur deras menghujam sudut kanan atas gawang EPA Semen Padang tanpa mampu dihalau kiper. Skor 1-0 untuk Sheza FC bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, EPA Semen Padang FC merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Laga baru berjalan tiga menit, petaka menimpa Sheza FC setelah penyerang Kabau Sirah Mudo dilanggar keras di dalam kotak terlarang. Denis Octaviandi yang maju sebagai algojo penalti sukses menjalankan tugasnya dengan dingin pada menit ke-48 untuk menyamakan skor menjadi 1-1.
Gol penyeimbang tersebut memicu momentum kebangkitan anak-anak Padang. Pada menit ke-68, berawal dari skema sepak pojok yang matang, Rafli Akbar berhasil menyambut bola dan membalikkan kedudukan menjadi 2-1 untuk keunggulan Semen Padang.
Sepuluh menit berselang, tepatnya menit ke-78, strategi serangan balik cepat yang diperagakan EPA Semen Padang kembali berbuah manis. Sang super sub, Rafli Akbar, mencatatkan namanya untuk kedua kali di papan skor setelah mencetak gol indah yang memperlebar jarak menjadi 3-1.
Tertinggal dua gol tidak membuat Sheza FC patah arang. Mengandalkan keunggulan postur fisik di menit-menit krusial, mereka terus menggempur pertahanan Semen Padang. Harapan sempat tumbuh bagi tim tamu ketika Vincent Eto'o mencetak gol keduanya memanfaatkan kemelut bola udara liar di depan gawang. Skor menipis menjadi 3-2.
Sisa waktu normal dan tambahan waktu 6 menit injury time berjalan sangat menegangkan dengan jual-beli serangan yang sengit. Namun, kedisplinan tinggi lini belakang EPA Semen Padang berhasil meredam agresivitas Sheza FC hingga peluit panjang berbunyi.
Perjuangan luar biasa ini mendapat apresiasi tinggi dari panitia pelaksana. Menutup sore yang sempurna, kapten kesebelasan EPA Semen Padang, Imam Maulana, resmi dinobatkan sebagai Man of the Match atas performa spartan dan kepemimpinannya di lapangan.
Apresiasi tinggi disampaikan oleh pelatih kepala SPFC Academy, Hengki Ardiles, sesaat setelah pertandingan usai. Mantan kapten legendaris Kabau Sirah tersebut memuji daya juang anak asuhnya yang mampu menjaga intensitas pertandingan penuh selama 90 menit.
"Pertama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemain. Pertandingan hari ini sangat tidak mudah. Di ruang ganti saat jeda, saya tekankan kepada anak-anak untuk lebih berani menusuk dari sektor sayap dan menjaga fokus di lini tengah. Alhamdulillah, instruksi tersebut dijalankan dengan sangat baik oleh adik-adik EPA Semen Padang," ujar Hengki Ardiles.
"Kemenangan ini juga milik seluruh suporter. Saat fisik pemain mulai menurun dan lawan mencetak gol balasan, gemuruh dari tribun itulah yang menjadi bahan bakar tambahan bagi anak-anak untuk mempertahankan keunggulan," pungkas sang pelatih.
Kemenangan ini memang terasa jauh lebih istimewa berkat atmosfer luar biasa di tribun penonton. Ratusan suporter setia dari kelompok Ultras West Sumatera hadir langsung memadati stadion. Sepanjang laga, mereka tidak henti-hentinya membakar semangat juang tim lewat nyanyian dan ketukan perkusi, memberi warna baru sekaligus menaikkan standar keseruan gelaran FE Cup tahun ini.
Dengan hasil ini, EPA Semen Padang FC terus menjaga asa juara dan bersiap menghadapi fase perempat final yang diprediksi akan jauh lebih berat. Mereka berpotensi berhadapan dengan tim-tim elite lintas provinsi Sumatra yang juga tampil impresif, seperti Three Boy (Sijunjung), Saga FC (Sijunjung), Jordus (Tanah Datar), tim kuda hitam OCM FC (Mandailing Natal), atau kekuatan besar MMP A dan MMP B.
Di sisi lain, kekalahan ini memaksa Sheza FC asal Bangko Kabupaten Merangin Jambi harus angkat koper lebih awal dari turnamen FE Cup 2 2026.


















