Dinas Kesehatan Perkuat Kompetensi Nakes dalam Pengelolaan Limbah Medis
Solok, InfoPublikSolok - Dinas Kesehatan Kota Solok menyelenggarakan pelatihan pengelolaan limbah fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) sebagai upaya meningkatkan mutu layanan kesehatan, khususnya dalam aspek pengelolaan limbah medis yang aman dan sesuai regulasi.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, 20–24 April 2026, ini dilaksanakan di BKOM dan Pelkes Provinsi Sumatera Barat, serta diikuti oleh tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Solok, mulai dari rumah sakit, puskesmas, hingga klinik.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan materi terkait kebijakan, regulasi, serta strategi penyelenggaraan kesehatan lingkungan di fasyankes. Materi tersebut menjadi landasan penting dalam mendukung pengelolaan limbah medis yang efektif, aman, dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok, Ardinal, MKM, menegaskan bahwa pengelolaan limbah medis merupakan bagian penting dari sistem pelayanan kesehatan yang berkualitas.
“Pengelolaan limbah fasyankes bukan hanya kewajiban administratif, tetapi tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan tenaga kesehatan, pasien, dan lingkungan,” ujarnya.
Ia berharap, melalui pelatihan ini, seluruh peserta dapat meningkatkan kompetensi dan menerapkan standar pengelolaan limbah secara konsisten di fasilitas masing-masing.
Selain materi kebijakan, peserta juga dibekali pengetahuan teknis terkait pemilahan, penyimpanan, pengangkutan, hingga proses pemusnahan limbah sesuai standar lingkungan. Kegiatan ini turut dilengkapi dengan sesi praktik guna memperkuat pemahaman dan keterampilan peserta dalam implementasi di lapangan.
Narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, di antaranya Novriza Yulida, SKM, MPH., Hanifa Anryani, SKM, dan Wiwi Febriani, SKM, M.Si, memberikan penguatan materi terkait pengelolaan limbah medis.
Dalam pemaparannya, Novriza Yulida menekankan pentingnya penerapan regulasi secara konsisten dalam setiap fasilitas pelayanan kesehatan.
“Kebijakan dan regulasi harus diimplementasikan secara konsisten. Strategi yang tepat dalam kesehatan lingkungan akan sangat menentukan keberhasilan pengelolaan limbah medis yang aman dan berkelanjutan,” jelasnya.






















