Dinas Pertanian dan Pangan Jadikan Area Kantor Instansi sebagai Kebun Percontohan
Solok, InfoPublikSolok – Dinas Pertanian dan Pangan Kota Solok menstimulasi gerakan ketahanan pangan keluarga dengan menyulap area pekarangan kantor menjadi kebun komoditas pangan produktif, Kamis (25/6). Langkah ini diambil sebagai strategi konkret untuk mengedukasi sekaligus memberikan contoh hidup bagi masyarakat dalam memanfaatkan lahan terbatas sebagai sumber diversifikasi pangan mandiri.
Melalui aksi penanaman serentak tersebut, lahan yang semula pasif kini dioptimalkan dengan berbagai varietas tanaman harian bernilai ekonomi tinggi. Komoditas yang ditanam meliputi sayur-sayuran utama seperti cabai merah, terong, tomat, dan pakcoy, klaster tanaman obat keluarga (Toga) seperti kunyit, jahe, kumis kucing, dan bunga telang, hingga vegetasi buah-buahan seperti mangga, jambu, lengkeng, dan jeruk.
Langkah ini dirancang sebagai hulu dari kampanye pemenuhan pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Dengan memproduksi bahan pangan segar dari pekarangan sendiri, masyarakat diharapkan dapat memotong rantai pengeluaran rumah tangga sekaligus membentengi diri dari fluktuasi harga pasar yang kerap memicu inflasi daerah.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Solok, Ade Kurniati, S.Pt, menegaskan bahwa aparatur pemerintah harus menjadi pelopor sebelum mengajak masyarakat luas untuk bergerak.
"Kebun pekarangan ini kami siapkan sebagai percontohan hidup, tidak hanya bagi pegawai di lingkup internal dinas tetapi juga untuk menginspirasi masyarakat sekitar. Kami ingin memotivasi warga bahwa pemenuhan pangan yang sehat, bergizi seimbang, dan aman tidak harus mahal atau membutuhkan lahan yang luas. Semua bisa dimulai dari langkah kecil yang nyata, berkelanjutan, dan memanfaatkan apa yang ada di sekitar rumah kita," ujar Ade Kurniati.
Lebih lanjut, Ade menambahkan bahwa gerakan optimalisasi lahan pekarangan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya pola konsumsi pangan lokal yang mandiri dan bebas dari bahan kimia berbahaya.
Dinas Pertanian dan Pangan Kota Solok berkomitmen untuk terus mengawal gerakan ini melalui pembinaan teknis dan penyediaan bibit gratis lewat penyuluh lapangan. Melalui konsistensi gerakan dari pekarangan ini, Pemerintah Kota Solok optimistis kemandirian pangan di tingkat terkecil, yaitu rumah tangga, dapat segera terwujud demi melahirkan generasi Kota Beras yang lebih sehat dan tangguh.





















