Dorong UMKM Naik Kelas, OJK dan Pemko Solok Bedah Tiga Strategi Manajemen Keuangan Digital

Dorong UMKM Naik Kelas, OJK dan Pemko Solok Bedah Tiga Strategi Manajemen Keuangan Digital

Solok, InfoPublikSolok - Pemerintah Kota Solok bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersinergi mempercepat akselerasi digital dan tata kelola keuangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar siap naik kelas. Langkah taktis ini diwujudkan dengan membekali 50 pelaku usaha lokal melalui program edukasi literasi finansial mendalam yang berfokus pada manajemen modern dan perlindungan konsumen di Aula Umar Ismail Rivai, Kamis (25/6).

Intervensi ini dinilai penting mengingat sektor UMKM merupakan pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah yang kerap kali terhambat pertumbuhannya akibat tata kelola modal yang belum terstruktur. Guna memberikan solusi riil, OJK membedah tiga modul materi strategis, yakni manajemen keuangan usaha berbasis digitalisasi pencatatan, perluasan akses permodalan inklusif yang aman, serta penguatan literasi digital untuk membentengi pelaku usaha dari ancaman kejahatan finansial di era digital.

Sekretaris Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPKUKM) Kota Solok, Taufiq Rusli, S.Pt., MM, mengungkapkan bahwa pembenahan pola pikir dalam memisahkan uang pribadi dan modal usaha menjadi target utama program ini.

"Banyak UMKM kita yang memiliki produk luar biasa dan potensi pasar yang sangat besar, namun perkembangannya mandek karena manajemen keuangan usahanya masih bercampur dengan kebutuhan domestik atau pribadi. Melalui edukasi bersama OJK ini, kita ingin mengubah pola pikir tersebut secara total. Kita ingin UMKM Kota Solok memiliki fondasi keuangan yang kokoh, berstatus bankable, sehingga siap mengakses permodalan resmi dan bersaing di pasar yang jauh lebih luas," tegas Taufiq Rusli.

Program ini didukung penuh oleh lintas sektor keuangan terkemuka. Hadir sebagai narasumber utama, Manager Madya OJK Siska Febiyanti, bersama Kepala Bank Nagari Cabang Solok Rano Fardian Farid, dan Kepala Cabang Bank Nagari Syariah Solok Guslan Arianto. Kehadiran perbankan regional ini sekaligus mempermudah para pelaku usaha untuk langsung berkonsultasi mengenai fasilitas pembiayaan syariah maupun konvensional yang aman dan legal.

Selain mendapatkan pembekalan teori, 50 pelaku UMKM tersebut dibimbing langsung oleh Tim Edukasi OJK dalam sesi simulasi interaktif penggunaan QRIS serta aplikasi pencatatan keuangan berbasis digital. Lewat penguatan hulu ke hilir ini, DPKUKM Kota Solok optimistis produk-produk unggulan daerah tidak hanya unggul dalam inovasi kemasan, namun juga didukung oleh sistem manajerial internal yang sehat dan akuntabel.


Komentar

Tinggalkan komentar