Enam Rumah Warga Miskin Ekstrem Direhab Lewat Skema Kolaboratif, Penerima Bantuan Ucapkan terimakasih

Enam Rumah Warga Miskin Ekstrem Direhab Lewat Skema Kolaboratif, Penerima Bantuan Ucapkan terimakasih

Solok, InfoPublikSolok – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun 2025, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DisperkimLH) Kota Solok bersama Baznas Kota Solok menghadirkan solusi kolaboratif. Melalui sinergi dengan para donatur dan toko bangunan, bantuan tetap dapat disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Program ini merupakan inisiatif Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) DisperkimLH yang menggandeng Baznas sebagai jembatan antara donatur dan penerima manfaat. Konsepnya sederhana namun bermakna: gotong royong dari warga untuk warga, demi menghadirkan rumah yang lebih layak dan aman untuk dihuni.

Kepala Bidang PKP Lili Andriani, ST, MT, menjelaskan bahwa sedikitnya enam toko bangunan di Kota Solok turut berpartisipasi menyumbangkan material bangunan, yakni TRB Jaya, Putri TRB, PBC, Piala Bangunan, Raehan Bangunan, dan Raudhatul Bangunan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Baznas Kota Solok dan enam toko bangunan yang telah berkontribusi. Harapannya, meskipun ke depan efisiensi anggaran tidak lagi menjadi kendala, kolaborasi seperti ini tetap berjalan sebagai wujud sinergi antara OPD dan pelaku usaha untuk membangun rumah layak huni bagi masyarakat,” ujarnya, Selasa (10/2).

Ia menambahkan, penerima bantuan difokuskan pada kategori masyarakat miskin ekstrem. Proses seleksi dilakukan secara ketat mengingat jumlah bantuan yang masih terbatas. Hingga saat ini, enam rumah telah berhasil diperbaiki melalui program tersebut.

Salah satu penerima bantuan, In Zubir, warga Nan Balimo, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Baznas, para pemilik toko bangunan, dan Dinas PerkimLH yang telah membantu bahan bangunan untuk perbaikan rumah saya. Sekarang rumah kami sudah lebih layak dan aman untuk ditempati,” tuturnya haru.

Lili menegaskan bahwa PerkimLH berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan penerima manfaat dengan toko bangunan sebagai penyumbang material, serta Baznas Kota Solok yang membantu pembiayaan upah pengerjaan.

“Semoga semakin banyak toko bangunan yang ikut ambil bagian, sehingga lebih banyak warga yang dapat kita bantu. Insya Allah, setiap bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah bagi para donatur dan membawa manfaat besar bagi penerimanya,” tutupnya.

Program ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kolaborasi dapat tetap tumbuh, bahkan di tengah keterbatasan anggaran, demi menghadirkan hunian yang lebih layak bagi masyarakat Kota Solok.


Komentar

Tinggalkan komentar