Cegah Longsor dan Erosi, Dinas PUPR Kota Solok Bangun Dinding Penahan Tebing Bandar Imang Payo
Solok, InfoPublikSolok - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Solok mengambil langkah preventif untuk mengamankan jaringan pengairan kota dari ancaman bencana alam. Melalui pembangunan dinding penahan tebing (retaining wall) di sepanjang Saluran Bandar Imang Payo, instansi ini bergerak cepat memperkuat struktur tanah guna memitigasi risiko longsor dan gerusan erosi akibat tingginya debit air.
Proyek penguatan infrastruktur ini menjadi prioritas karena letak geografis saluran yang rawan terhadap tekanan tanah aktif. Guna memastikan seluruh tahapan konstruksi berjalan sesuai spesifikasi teknis dan selesai tepat waktu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Solok, Iryanto, ST, memimpin langsung tim teknis untuk melakukan pengawasan melekat (monitoring) di lokasi proyek pada Rabu (24/6).
Pembangunan dinding beton penahan ini dirancang secara taktis untuk membentengi badan saluran. Jika tebing kokoh, fungsi distribusi air ke kawasan permukiman maupun pertanian di sekitarnya dipastikan tetap aman dan berjalan normal tanpa hambatan sumbatan material tanah.
Iryanto menegaskan bahwa peninjauan rutin ke lapangan merupakan komitmen mutlak pemerintah dalam menjaga akuntabilitas dan kualitas fisik bangunan daerah.
"Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan dieksekusi dengan benar, mulai dari pengujian kualitas material beton, metode pembesian, hingga kesesuaian progres timeline. Dinding penahan tebing di Bandar Imang Payo ini memiliki fungsi vital untuk melindungi fasilitas publik dari risiko longsor. Kami ingin memastikan konstruksi ini andal dan memiliki usia pakai yang panjang agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," tegas Iryanto.
Dinas PUPR Kota Solok berkomitmen untuk menghadirkan hasil pembangunan infrastruktur yang aman, kokoh, dan berkelanjutan. Dengan rampungnya dinding penahan tebing ini sesuai target, diharapkan sistem drainase Bandar Imang Payo mampu beroperasi optimal sekaligus memberikan perlindungan menyeluruh terhadap stabilitas lingkungan di sekitarnya.




















