Sinergi DPKUKM dan HIPERMI: Targetkan Rendang Kota Solok Naik Kelas dan Tembus Pasar Ekspor
Solok, InfoPublikSolok - Pemerintah Kota Solok melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) bergerak cepat merumuskan strategi memperluas jangkauan pasar kuliner khas daerah. Langkah taktis ini diawali melalui pertemuan strategis bersama Pengurus Himpunan Pengusaha Rendang Minang (HIPERMI) Kota Solok yang digelar pada Kamis (18/6).
Pertemuan ini difokuskan untuk memetakan tantangan sekaligus memperkuat daya saing Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) rendang lokal agar mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.
Ketua HIPERMI Kota Solok, Triyati, mengungkapkan bahwa dari segi cita rasa, rendang hasil produksi pengusaha Solok memiliki kualitas yang sangat bersaing. Kendati demikian, para pelaku usaha masih membentur dinding pembatas pada aspek hilirisasi produk.
"Tantangan terbesar kami saat ini adalah standardisasi kemasan, optimalisasi masa kedaluwarsa atau daya tahan produk, serta adopsi digitalisasi pasar. Kami berharap ada sinkronisasi program dengan DPKUKM, terutama dalam hal pembinaan intensif dan pengurusan sertifikasi," ujar Triyati.
Merespons aspirasi tersebut, Sekretaris DPKUKM Kota Solok, Taufiq Rusli, menyambut baik wadah komunikasi yang diinisiasi oleh HIPERMI. Menurutnya, Pemerintah Kota Solok berkomitmen penuh untuk mengawal para pelaku usaha rendang melalui serangkaian program prioritas agar terwujud ekosistem UMKM yang naik kelas.
"Rendang bukan sekadar warisan budaya, melainkan komoditas ekonomi yang memiliki posisi tawar sangat kuat. Melalui kolaborasi ini, kita ingin memastikan seluruh produk rendang dari Kota Solok memiliki standar baku yang aman, higienis, dan siap bertarung di pasar ritel modern serta marketplace digital," tegas Taufiq.
Sebagai langkah konkret pasca-pertemuan, kedua belah pihak sepakat untuk segera menyusun database valid mengenai profil dan jumlah pengusaha rendang di Kota Solok. Data tersebut nantinya akan menjadi basis utama dalam pelaksanaan program pelatihan klastering UMKM, yang dijadwalkan mulai bergulir pada kuartal berikutnya.


















