Bunda Literasi Kota Solok Ajak Anak TK Tunas Harapan Kenali Perpustakaan Sejak Dini
Solok, InfoPublikSolok - Suasana ceria dan penuh semangat mewarnai Gedung Layanan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Solok saat Bunda Literasi Kota Solok, Ny. Dona Ramadhani Kirana Putra, berkunjung bersama anak-anak TK Tunas Harapan Kota Solok, Kamis (20/8).
Kunjungan yang berlangsung di Gedung Layanan Perpustakaan DPK Kota Solok, kawasan Terminal Bareh Solok, Simpang Rumbio, tersebut diisi dengan berbagai kegiatan edukatif, interaktif, dan menyenangkan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang ramah anak sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap literasi sejak usia dini.
Kedatangan Bunda Literasi bersama anak-anak TK Tunas Harapan disambut Kepala DPK Kota Solok, Herman, S.H., S.Sos., beserta jajaran.
Herman mengapresiasi kunjungan tersebut. Menurutnya, mengenalkan perpustakaan kepada anak sejak dini merupakan langkah penting untuk membangun kedekatan mereka dengan buku, pengetahuan, sekaligus lingkungan belajar yang menyenangkan.
“Kami sangat senang dan menyambut baik kunjungan Bunda Literasi bersama anak-anak TK Tunas Harapan. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk mengenalkan perpustakaan kepada anak sejak dini dengan cara yang menyenangkan. Anak-anak dapat belajar, bermain, bergerak, bertanya, dan mendapatkan berbagai pengetahuan dalam suasana yang nyaman,” ujar Herman.
Beragam aktivitas disiapkan untuk memberikan pengalaman yang menarik bagi anak-anak. Kegiatan diawali dengan belajar bersama, kemudian dilanjutkan senam bersama untuk menjaga kebugaran sekaligus membangun suasana yang ceria dan penuh semangat.
Anak-anak juga diajak mengikuti sesi tanya jawab interaktif dengan materi yang disesuaikan dengan usia mereka. Sejumlah pertanyaan yang diberikan antara lain mengenai 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, rukun iman, rukun Islam, hingga salat wajib.
Kegiatan tersebut tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga melatih keberanian anak untuk menjawab pertanyaan, berkomunikasi, serta menyampaikan pendapat di hadapan teman-temannya. Antusiasme terlihat ketika anak-anak berlomba mengangkat tangan untuk menjawab berbagai pertanyaan sehingga suasana belajar berlangsung cair dan menyenangkan.
Selain literasi dan pengetahuan keagamaan, kegiatan juga diisi dengan edukasi mengenai perlindungan diri dan kesehatan anak. Anak-anak diberikan pemahaman sederhana tentang bagian tubuh pribadi yang tidak boleh disentuh orang lain.
Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan perlindungan diri sejak dini sekaligus menanamkan keberanian kepada anak untuk mengatakan tidak terhadap sentuhan yang tidak aman atau membuat mereka merasa tidak nyaman.
Pesan kesehatan turut disampaikan melalui edukasi mengenai pentingnya mengonsumsi ikan, mendapatkan imunisasi sesuai anjuran, serta menjaga kesehatan tubuh. Dengan pendekatan sederhana dan mudah dipahami, anak-anak diajak mengenal pentingnya makanan bergizi dan imunisasi dalam mendukung kesehatan serta tumbuh kembang.
Pembentukan karakter dan akhlak juga menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan. Anak-anak diajak memahami pentingnya bersikap sopan, menghormati orang tua dan guru, menyayangi teman, serta membiasakan perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca dan meminjam buku. Lebih dari itu, perpustakaan dapat menjadi ruang pembelajaran yang menghadirkan berbagai pengetahuan dan pengalaman positif bagi tumbuh kembang anak.
Bagi DPK Kota Solok, kunjungan Bunda Literasi bersama TK Tunas Harapan menjadi salah satu bentuk nyata penguatan fungsi perpustakaan sebagai ruang belajar yang inklusif, edukatif, interaktif, dan ramah anak.
Perpustakaan tidak lagi hanya diposisikan sebagai tempat membaca buku, tetapi juga sebagai ruang interaksi, pembelajaran, pengembangan karakter, dan kreativitas masyarakat, termasuk anak-anak.
DPK Kota Solok berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan melalui kolaborasi antara perpustakaan, Bunda Literasi, satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap anak-anak semakin dekat dengan perpustakaan dan tumbuh menjadi generasi yang gemar membaca, memiliki pengetahuan yang luas, sehat, percaya diri, serta berakhlak baik,” sampai Herman.





















