Semarak Ramadhan, Musala At-Taqwa Muhammadiyah Cetak Bibit Da’i Lewat Lomba Pidato

Semarak Ramadhan, Musala At-Taqwa Muhammadiyah Cetak Bibit Da’i Lewat Lomba Pidato

Solok, InfoPublikSolok - Musala At-Taqwa Muhammadiyah tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah bagi masyarakat, khususnya selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Musala yang tergolong baru ini juga aktif menghadirkan berbagai kegiatan keagamaan yang melibatkan generasi muda.

Salah satu kegiatan yang sukses menarik perhatian adalah lomba pidato islami tingkat Sekolah Dasar se-Kota Solok yang digelar pada Sabtu (7/3/2026). Meski baru pertama kali diadakan, acara ini disambut dengan antusias tinggi. Sebanyak 27 pelajar SD tampil percaya diri menyampaikan pidato dengan beragam tema islami.

Dari hasil penilaian dewan juri, kategori putra menobatkan Al Farid Khairan dari SDN 01 Tanjung Paku sebagai juara pertama dengan raihan nilai 86. Posisi kedua diraih Azza Alghazali dari SDN 16 Nan Balimo dengan nilai 85, disusul Alfathir Wahyu dari MIN Kota Solok di peringkat ketiga dengan nilai 80,5.

Sementara itu, pada kategori putri, Luthfy Lintang Alam berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Annisa Suci Ramadhani, dan juara ketiga diraih Latifah Khairunisa.

Para pemenang mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar terus mengasah kemampuan berbicara di depan umum, khususnya dalam bidang dakwah islami.

Ketua panitia, Yandrizal, mengaku bangga melihat tingginya minat pelajar dalam mengikuti lomba ini. Ia optimistis, Kota Solok memiliki potensi besar dalam melahirkan generasi penerus dakwah di masa depan.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi Muhammadiyah dalam membina calon dai dan mubalig yang akan melanjutkan syiar Islam, baik di Kota Solok maupun di daerah lain.

Ia juga berharap kegiatan serupa terus digelar oleh berbagai pihak, sehingga semakin banyak anak-anak yang termotivasi untuk mengembangkan bakatnya, bahkan hingga ke tingkat yang lebih tinggi.

“Anak-anak perlu diberikan ruang untuk menggali potensi, terutama di bidang keagamaan. Mencetak generasi penerus ulama dan mubalig bukanlah hal mudah, sehingga perlu pembinaan sejak dini,” ujar Yandrizal.

 


Komentar

Tinggalkan komentar